Saat
ini banyak sekali Smartphone yang memalsukan merek terkenal dengan
bentuk dan ukuran yang sama persis. Tak sedikit pula banyak orang awam
yang tertipu untuk membeli dengan iming-iming harga murah padahal itu
palsu. Ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan mengenai Smartphone
itu sendiri dan memang kualitas Smartphone Palsu itu sudah semakin
mendekati aslinya dan semakin sulit dibedakan jika hanya dilihat
sepintas.
Berikut ini kami akan
mencoba share beberapa tips untuk membedakan Smartphone Android Asli dan
Android Supercopy alias KW dari cara yang paling sederhana sampai
dengan yang cukup advance.
1. Harga
Harga
biasanya adalah salah satu alasan utama seseorang dalam memilih
smartphone, dan kadang kita banyak tertipu karena adanya harga miring
dengan embel-embel barang BM atau black market padahal sebenarnya BM itu
sendiri adalah singkatan Barang Mimpi.

Harga yang ditawarkan untuk Smartphone Supercopy atau tiruan biasanya
jauh lebih murah dibandingkan harga Smartphone aslinya, katakanlah
Samsung Galaxy Note 3 yang mencapai 8 juta, dan tiruannya bisa
ditawarkan hanya sekitar 5 juta rupiah.
Memang benar jauh lebih murah, tapi sebenarnya secara kualitas harga seharusnya jauh lebih murah daripada itu.

2. Build Quality atau Bentuk fisik
Bentuk
fisik adalah hal kedua yang perlu diteliti dalam membeli sebuah
Smartphone baik yang palsu atau asli. Biasanya smartphone palsu
mempunyai kualitas bentuk yang sekilas sama tapi jika diteliti akan
terlihat lebih kasar dalam finishing nya. Seperti Samsung, sama-sama
terbuat dari plastik tapi biasanya untuk yang palsu terlihat murahan
dibandingkan yang asli selain itu pasti ada beberapa posisi yang sedikit
berbeda dibandingkan aslinya, misalnya posisi flash light pada kamera,
kemudian posisi tombol volume dan posisi home button.

Galaxy S IV Asli vs Supercopy (courtessy of om Hamdiy Hope™ dari id-Android)
Posisi
tombol juga bisa digunakan sebagai salah satu kunci perbedaan antara
asli dan palsu. Ada yang pernah menemukan posisi tombol home pada Galaxy
S4 palsu lebih jauh dari layar dibandingkan aslinya.
3. Kenali Smartphone yang akan anda beli secara menyeluruh.
Saat
kita akan membeli sebuah Smartphone, pastikan dulu kita mencari
informasi sedetil-detilnya mengenai Smartphone tersebut. Misalnya kita
akan membeli smartphone Samsung Galaxy S5, kita harus tau spesifikasi
detil dari Galaxy S5 tersebut, mulai dari lebar layar, resolusi, RAM,
CPU yang digunakan, kalau perlu cari informasi mengenai Versi ROM yang
digunakan.
Biasanya Smartphone Palsu
mempunyai spesifikasi yang lebih rendah daripada aslinya. Dan informasi
itu bisa dilihat pada bagian setting, mengenai media penyimpanan
internal, RAM sampai versi ROM yang digunakan. Tapi kita juga harus
hati-hati karena spesifikasi yang muncul pada setting juga bisa
dimanipulasi, nah kalo sudah seperti ini saatnya kita harus melakukan
langkah yang lebih “kompleks”.
4. Pergunakan Aplikasi untuk Memperoleh informasi Detil dari Smartphone
Saat
ketiga cara di atas masih belum membuat kita yakin apakah smartphone
yang akan kita beli ini asli atau palsu, saatnya meminta bantuan pihak
ke 3, dalam hal ini kita memanfaatkan aplikasi yang ada di Android. Ada
banyak sekali aplikasi yang bisa kita pergunakan untuk memperoleh
informasi mengenai “jeroan” dari smartphone yang kita miliki. Salah satu
yang banyak dipergunakan adalah
CPU Z yang sudah pernah juga di ulas di aplikanologi. Aplikasi
CPU Z ini secara gamblang membuka semua jeroan dari smartphone,
mengenai detil CPU, system yang digunakan, RAM sampai dengan detil model
dari ssebuah smartphone.
Saat
semua terpampang jelas, tinggal kita lihat saja apakah sesuai dengan
spesifikasi aslinya? atau malah berbeda. Jika berbeda maka harus kita
waspadai.

Dalam
metode penggunaan aplikasi ini sebaiknya pergunakan lebih dari satu
aplikasi sebagai pembanding. Nah Aplikasi lain yang bisa digunakan
adalah
Antutu X yang sudah pernah diulas juga di aplikanologi, silahkan cek
disini.
Antutu X ini sebenarnya adalah aplikasi untuk mengukur benchmark, dan
dari hasil benchmark ini akan terlihat kemampuan sebuah Smartphone. Saat
yang palsu kita test biasanya akan mempunyai hasil benchmark yang
berbeda cukup jauh dibandingkan yang asli. dari hasil benchmark yang
diperoleh tersebut akan langsung terlihat dengan jelas perbedaannya
karena akan muncul pula hasil benchmark dari device lain sebagai
pembanding.

Selain
hasil benchmark, Antutu X ini juga akan memperlihatkan spesifikasi
detil dari smartphone kita. Tinggal kita bandingkan saja dengan aplikasi
lain seperti CPU Z diatas.
Tambahan : jika masih belum yakin juga, silahkan menuju
kesini untuk membaca cara menggunakan aplikasi
CPU Identifier.
Dengan aplikasi tersebut kita bisa mengecek sensor yang dimiliki oleh
smartphone, jadi akan semakin terlihat jelas perbedaannya.
5. Ultimate Checking
Ini
adalah cara terakhir yang kita gunakan untuk mengecek keaslian
smartphone, dengan memanfaatkan kekhas-an dari smartphone tertentu. Saat
ini yang banyak dipalsukan adalah Samsung karena memang tidak bisa
dipungkiri, Samsung masih menguasai pasar Smartphone Android di dunia
termasuk Indonesia. Kita akan coba share cara rahasia mengenali
smartphone Samsung itu asli atau palsu.
Semua Smartphone bermerek Samsung mempunyai kondisi yang dinamakan “Download Mode” dan
download mode ini biasanya digunakan untuk Flash Firmware secara
manual. Cara yang akan kita gunakan adalah simple sekali, misalnya kita
ragu-ragu dengan smartphone Samsung yang akan kita beli, tinggal masukin
aja ke download mode. Adapun Cara membuat smartphone merek Samsung
memasuki “state” download mode adalah sebagai berikut :
- Matikan phone dengan menekan tombol power beberapa saat sampai benar-benar mati.
- Bukan penutup belakang dan copot batere sesaat dan pasang kembali.
- Tekan tombol “Volume Down” kemudian tekan tombol “Power” tanpa melepas tombol volume sampai muncul gambar berikut di layar smartphone anda.
- Jika benar gambar di atas muncul brati sudah bisa dipastikan smartphone samsung tersebut adalah asli.

Cara
lain untuk Samsung yang sedikit lebih ribet adalah menggunakan aplikasi
KIES bawaan Samsung. Aplikasi KIES ini bisa didownload langsung dari
website Samsung dan gratis. Nah caranya memanfaatkan KIES untuk
mengenali smartphone ini asli atau palsu adalah dengan cara langsung aja
colok smartphone ke laptop atau PC menggunakan kabel data. Saat KIES
mengenali tipe Samsung tersebut, maka dipastikan itu adalah
asli…sli…sli….

Beberapa
cara di atas memang hanya spesifik untuk Samsung, karena yang banyak
beredar Supercopy-nya saat ini adalah merek Samsung, karena Samsung
memang yang paling dicari di Indonesia. Selain Samsung, ada beberapa
tips lagi untuk ultimate checking smartphone merek HTC. Sebenarnya
hampir mirip dengan download mode pada Samsung, HTC juga mempunyai
tampilan mode bootloader khusus yang memang hanya ada pada smartphone
HTC. Cara mengakses mode bootloader khusus pada HTC adalah sebagai
berikut :
- Matikan telepon dengan menekan tombol power beberapa saat sampai benar-benar mati.
- Cabut batere beberapa saat, kemudian masukkan lagi.
- Tekan kombinasi tombol volume down dan power bersamaan selama beberapa detik sampai muncul gambar berikut
kalau gambar diatas muncul, brati smartphone HTC itu asli.

Dari
semua cara diatas seharusnya sudah bisa mencegah kita tertipu untuk
membeli Smartphone Palsu alias Supercopy. Tetapi kita tetap harus
berhati-hati dan teliti dalam memilih. Intinya adalah, kenali Smartphone
yang akan anda beli, cari informasi sebanyak-banyaknya sebelum
menentukan Smartphone yang anda beli, dan jangan sampai tertipu dengan
iming-iming harga miring karena Smartphone asli dengan harga miring itu
adalah BM alias Barang Mimpi atau lebih pas disebut Barang
Muwahahahahahaha :)))